• Thu. Jun 30th, 2022

8 Tahun Jemaat GKI Yasmin Dilarang Beribadah, Komnas HAM: Ada Gelagat Intervensi Aparatur Negara

Apr 24, 2021


Penulis : Andre. PML
Jumat, 23 September 2016 – 07:56:57 WIB





Ilustrasi. Foto: Andreas Pamakayo



JAKARTA, TABLOIDPODIUM.COM – Komnas
HAM dan Komnas Perempuan mengadakan jumpa pers bersama sekaligus media briefing terkait 8 tahun dilarangnya
jemaat GKI Yasmin beribadah didalam gerejanya sendiri yang sah, di Kantor
Komnas HAM, Jakarta, Kamis (22/9/2016).


Dalam jumpa pers ini, diwakili oleh
Ketua Komnas HAM, Imdadun Rahmat, dan Komnas Perempuan diwakili oleh Nina
Nurmila‎, Komisioner Komnas Perempuan.


Baik
Imdadun dan Nina menyampaikan informasi yang lebih detil karena kasus ini telah
berbilang tahun akibat tiadanya ketegasan pemerintah di dua presiden untuk
memastikan dilindunginya hak warga negara dalam beribadah, dan untuk memastikan
tegaknya hukum dan konsitusi.


Lebih lanjut Imdadun mengatakan
bahwa hak jemaat GKI Yasmin yang sudah dilarang ibadah di gerejanya sendiri
yang sah harus segera dipulihkan karena seiring dilarangnya mereka beribadah
ada efek domino pelanggaran lainnya yang terjadi.


“Dalam delapan tahun masa
jemaat GKI Yasmin dilarang ibadah di gerejanya sendiri, ada masa-masa mereka
menjadi korban persekusi, bullying dan gangguan lainnya. Ada jemaatnya yang
justru dikriminalisasi, ada penanganan hukum yang tidak adil dan tidak setara
di mana laporan yang menyudutkan jemaat gereja diproses cepat oleh polisi tapi
saat jemaat yang mengadukan apa yang terjadi pada mereka, prosesnya menjadi
lama. Bahkan belakangan, kami melihat ada gelagat bahwa urusan internal gereja
mulai diintervensi aparatur negara, yang dilakukan untuk memecah belah jemaat
gereja,” jelas Imdadun dari siaran pers yang diterima redaksi
Tabloidpodium.com.


Terkait kelompok intoleran yang
seakan menguasai pemerintah kota dan menghambat berdirinya GKI Yasmin, Imdadun
menegaskan perlunya negara menghadapi kelompok intoleran dengan lebih tegas dan
lebih terkoordinasi lintas sektoral.


“Polisi jangan ragu bertindak
tegas. Di sisi lain, penegakkan hukum administrasi negara harus jalan terus
yang salah dikoreksi dan jangan dibiarkan. Kementerian Agama harus berani
menghadapi kelompok berpaham fundamentalis yang menggangu Pancasila. Mereka
harus dibina, kalau tidak bisa maka Kementerian Agama harus menghentikan mereka
dari pendanaan bantuan Negara,” tegas Imdadun. 


Di sisi lain, Nina Nurmila menyoroti
efek diskriminasi pada perempuan dan anak anggota jemaat GKI Yasmin.


“Delapan tahun mereka mengalami diskriminasi. Anak-anak GKI Yasmin tumbuh
dalam situasi diskriminasi, ada proses pembinaan keagamaan dan tradisi agama
yang terganggu selama bertahun-tahun. Masak gereja yang sudah sah ditutup
dengan alasan ada protes dari kelompok masyarakat,” tanya Nina.




Sementara itu, Bona Sigalingging,
Juru Bicara GKI Yasmin mengaku hingga saat ini jemaat GKI Yasmin masih terpaksa
beribadah berpindah dari satu rumah jemaat ke rumah jemaat lainnya, setiap dua
minggu sekali.


Dua minggu sekali, tambahnya, jemaat beribadah diseberang Istana
Merdeka Jakarta, bersama HKBP Filadelfia yang mengalami situasi yang hampir
serupa di mana legalitas IMB gereja HKBP Filadelfia di Kabupaten Bekasi juga
dicabut oleh Pemkab Bekasi. 


“Delapan tahun kami dilarang
ibadah di gereja kami sendiri yang sah. Banyak janji diberikan pada kami
termasuk dari Bima Arya, Wali Kota Bogor saat ini, di mana dia menjanjikan
kasus ini akan diselesaikan sebelum Natal 2016. Kini tinggal sisa 2 bulan
sebelum bulan Desember 2016 tapi kami masih dilarang ibadah juga. Mau sampai
kapan kami dilarang? Kalau memang begitu, lebih baik Presiden nyatakan tegas di
depan publik bahwa kami memang dilarang ibadah di gereja kami sendiri sesuai
kemauan kelompok intoleran daripada membiarkan kami hidup dalam janji-janji
pemulihan hak selama delapan tahun seperti ini, tanpa ada tindakan nyata
membuka gereja sah kami,” pungkas Bona.


 


Berita Terkait;


Terkait Pengaduan GKI Yasmin, Perwakilan Komisi HAM di ASEAN Temui Bima Arya


Bima Arya Janji Selesaikan Kasus GKI Yasmin Sebelum Natal 2016 


HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin, Negara Tunduk Pada Kelompok Intoleran


GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Tagih Janji Presiden Jokowi Sesuai Nawacita


Tembok Harapan Wiji Thukul di 100 Kali Ibadah GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia