• Mon. Jan 24th, 2022

Anies Baswedan: Media Massa Punya Ruang Partisipasi dalam Pendidikan Indonesia

Jun 25, 2021


Penulis : Andreas Pamakayo
Rabu, 02 September 2015 – 11:17:42 WIB





Ilustrasi. Foto: kemdiknas.go.id



JAKARTA, TABLOIDPODIUM.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud),
Anies Baswedan mengatakan, media massa dapat membantu pemerintah di bidang
pendidikan dalam hal transformasi materi pendidikan bagi siswa dari yang semula
hanya dengan formula membaca, menulis, dan menghitung kemudian bertambah dengan
formula berpikir rasional, kreatif, dan berkolaborasi serta mempunyai keahlian
berkomunikasi.


“Ini 21th Century Skill (keahlian di abad ke-21,-) yang harus ditumbuhkan
pada siswa,” katanya di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu, (26/8/2015).




Mendikbud mengungkapkan, saat ini jalur pendidikan bagi siswa di sekolah
sebagian besar hanya melalui jalur kurikulum saja. Sebenarnya tidak hanya
kurikulum saja tetapi masih ada jalur pendidikan melalui ekstra kurikulum dan
non kurikulum.




“Teman-teman media punya ruang lebih besar untuk berpartisipasi kalau ada
yang non kurikuler dan ekstra kurikuler. Itulah ruang yang lebih besar dan
terbuka,” ujarnya.




Mendikbud menjelaskan, saat ini materi pendidikan masuk dalam kurikulum
termasuk pembentukan karakter siswa. Hal ini, lanjutnya, membuat sebagian besar
guru kesulitan untuk menilai karakter siswa dalam sebuah mata pelajaran karena
penilaian pemahaman dan perilaku siswa terhadap sebuah mata pelajaran digabung
menjadi satu.




“Sekolah kita ini mengalami penyempitan selama beberapa dekade ini karena
semuanya dimasukan dalam kurikulum,” tuturnya.




Mendikbud mengimbau, media massa diharapkan dapat memiliki kegiatan non
kurikuler sebagai stimulus pembentukan karakter bagi siswa. Dia mencontohkan,
kegiatan pertukaran pelajar yang termasuk dalam pendidikan non kurikulum.




“Banyak negara yang menerapkan siswanya untuk belajar di negara lain dalam
satu semester,” ucapnya.




Mendikbud mengatakan, Pusat Kurikulum Kemendikbud saat ini sedang mendesain
kurikulum bagi siswa yang merangsang tiga aktivitas pendidikan diantaranya
kurikuler, ekstra kurikuler, dan non kurikuler. Media, kata dia, dapat
berinteraksi dengan siswa melalui ide-ide atau gagasan-gagasan baru yang dapat
menjadi stimulus untuk memunculkan inisiatif-inisiatif pada siswa.




“Media sebagai salah satu cara untuk merangsang itu,” katanya. (kemdiknas.go.id)